METODE CAMELS DALAM MENENTUKAN TINGKAT KESEHATAN BANK
Metode ini
merupakan suatu alat ukur yang digunakan untuk menentukan suatu kondisi Bank
sebagaimana tertera pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/1/PBI/2007 tentang
sistem penilaian tingkat kesehatan bank umum berdasarkan prinsip syariah,
terdiri dari aspek Capital ( Permodalan ), Asset quality ( kualitas aset ), Management (Manajemen), Earnings (aspek rentabilitas), Liquidity (aspek likuiditas ), dan Sensitivity
to market risk ( sensitivitas terhadap risiko
pasar )
a. Capital ( permodalan )
Penilaian
pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan antara lain dilakukan
melalui penilaian terhadap komponen yang meliputi :
·
Kecukupan
pemenuhan KPMM terhadap ketentuan yang berlaku
·
Komposisi permodalan
·
Tren kedepan proyeksi KPMM
·
Asset prouktif
yang diklasifikasikan disbanding modal bank
·
Kemampuan bank
memelihara kebutuhan penambah modal dari laba
·
Rencana
permodalan bank untuk mendukung pertumbuhan usaha
·
Akses kepada sumber permodalan
·
Kinerja keuangan
pemegang saham untuk meningkatkan permodalan
|
Peringkat |
Keterangan |
Kriteria |
|
1 |
Sangat sehat |
CAR ≥ 12% |
|
2 |
Sehat |
9% ≤ CAR < 12% |
|
3 |
Cukup
sehat |
8% ≤ CAR < 9% |
|
4 |
Kurang
Sehat |
6% ≤ CAR < 8% |
|
5 |
Tidak
Sehat |
CAR < 6% |
b. Asset quality ( kualitas asset )
Penilaian
pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor kualitas asset antara lain
dilakukan dengan melalui penilaian terhadap komponen :
·
Asset produktif
yang diklasifikasikan disbanding total asset produktif
·
Debitur inti
kredit di luar pihak terkair dibandingkan dengan total kredit
·
Perkembangan
asset produktif bermasalah dibandingkan asset produktif
·
Tingkat kecukupan
pembentukan penyisihan penghapusan asset produktif ( PPAP )
·
Kecukupan
kebijakan dan prosedur asset produktif
·
System kaji ulang
( review ) internal terhadap asset produktif
·
Dokumentasi asset
produktif
·
Kinerjaa
penanganan asset produktif bermasalah
c.
Management ( manajemen )
Penilaian terhadap faktor manajemen antara lain dilakukan melalui
penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut :
·
Manajemen umum
·
Penerapan sistem manajemen risiko
·
Kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen
kepada Bank Indonesia dana tau pihak lainnya.
Rasio keuangan
ini mengukur tingkat kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih dari
kegiatan operasional pokoknya.
d.
Earnings ( rentabilitas )
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor
rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian komponen-komponen berikut
:
·
Imbal hasil atas
asset ( ROA )
·
Imbal hasil atas
ekuitas ( ROE )
·
Margin bunga bersih (
NIM )
·
Biaya operasioanl
terhadapt pendapatan operasional ( BOPO )
·
Pertumbuhan laba
operasional
·
Komposisi portofolio
asset produktif dan divesifikasi pendapatan
·
Penerapan prinsip
akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya
·
Prospek laba
operasional
e.
Liquidity ( likuiditas)
Penilaian pendekatan kuantitatif dan
kualitatif factor liuiditas antara lain dilakukan melaui penilaian terhadap
komponen-komponen yang meliputi:
·
Asset likuid kurang dari satu bulan
dibanding liabilitas kurang dari satu bulan
·
1-month maturity mismatch ratio
·
Rasio pinjaman terhadap dana pajak dan
dana pihak ke-tiga ( LDR )
·
Proyeksi arus tiga bulan mendatang
·
Kebeantungan pad adana antarank dan
deposan inti
·
Kebijakan dan pengelolaan likuiditas (
ALMA )
·
Kemapuan bank untuk memperoleh akses
kepada pasr uang, pasar modal, atau sumber-sumber pendanaan lainnya
·
Stabilitas dana pihak ke-tiga ( DPK )
f.
Sensitivity to market risk ( sensitivitas terhadap risiko pasar )
Dalam penilaian rasio sensitivitas
terhadap risiko pasar didasarkan pada Interest Expense Ratio (IER). Rasio ini
merupakan ukuran atas biaya dana yang dihimpun oleh bank yang dapat menunjukkan
efisiensi bank di dalam mengumpulkan sumber- sumber dananya. Pengukuran rasio
Interest Expense Ratio (IER) dimana jika rasio semakin besar rasio akan semakin
buruk, jika semakin kecil akan semakin baik. Standar kriteria yang dikeluarkan
oleh Bank Indonesia dinilai sehat jika rasio beban bunga di bawah 5%. Berikut
rumus untuk menghitung
sangat bermanfaat
BalasHapuswoww informatif banget ni
BalasHapus